MOTOR KLASIK BEKAMO 129CC, MEMPUNYAI SASIS BODI TERBUAT DARI KAYU DAN UNIK
Posted by: dimas - 01-13-2014, 12:28 PM - Forum: News - No Replies



JAKARTA, ME. Motor klasik bin jadul biasanya mempunyai ciri khas tersendiri untuk modelnya. Entah itu dari lekukan bodi ataupun dari jenis mesinnya yang diungggulkan. Namun, kalo seperti motor Bekamo asal Jerman ini, mempunyai bentuk sangat simple, unik namun elegan bradsis.

Bekamo sendiri adalah singkatan dari Berliner Kleinmotoren Aktiengesellschaft. Atau kalo diartikan ke bahasa Indonesia, yaitu perusahaan motor dari Berlin dengan mesin masih kecil. Dari situlah terciptanya motor klasik yang bernama Bekamo. Pencetus pertama atau perancangnya adalah Hugo Ruppe, seorang insyinsur paling terkemuka di jamannya loh, bradsis.

Motor yang diciptain pada tahun 1922 ini sangat dinamis dan elegan, serta mempunyai bodi terbuat dari kayu. Apalagi, Hugo Ruppe sang perancangnya, membuat sebuah mesin berkapasitas 129cc dengan 2-stroke alias 2-tak yang akan membantu mesin lebih bertenaga dari motor konvensional biasanya.

Nah, soal berapa besar tenaga mesinnya, motor asal Jerman ini, memiliki daya 3,5 hp. Pada jaman itu, gak ada motor lainnya yang punya tenaga sebesar itu bradsis. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Karena krisis ekonomi di tahun 1925, Ruppe bangkrut dan terpaksa gulung tikar. Padahal, penjualan dari Bekamo sendiri terbilang laris saat itu.

Nah, meski hanya bertahan sampai beberapa tahun saja dari masa pembuatannya. Bekamo tetap menjadi motor klasik yang sangat bernilai sejarahnya, karena mempunyai sasis bodi yang terbuat dari kayu dan memiliki mesin dengan 2-tak.

Print this item

  Upgrade Simpel Performa New Vixion Lightning Pakai Knalpot Racing
Posted by: dimas - 01-13-2014, 12:17 PM - Forum: Performance - No Replies



Jakarta, ME. Ningkatin performa Yamaha New V-Ixion lightning, sebenernya enggak perlu ribet-ribet dan perlu dana gede-gedean. Simpel-simpel aja, bradsis. Paling penting kan, tarikan besutan loe jadi lebih galak. Caranya, ente semua tinggal pasang aja knalpot racing yang beredar di pasaran. Tersedia: WRX Oval Series dan Nob1 Neo SS.

Beda Karakter

Gak selamanya, bikin pelintiran gas New V-Ixion Lightning (NVL), kudu nguras isi kantong, bradsis. Apalagi bagi motorexpertiz yang masih berstatus pelajar alias kuliah atau pekerja pemula (first jobber) yang emang mesti smart ngeluarin budget buat belanja kuda besi kesayangan. “Tapi banyak juga kok, orang yang budgetnya banyak, tapi emang enggak mau jor-joran juga ngeluarin dananya. Artinya, Cuma pengen tarikan motornya enak aja dipakai harian,” bilang Rudolf Simajuntak, pembesut NVL 2013.

Kalo alasan seperti dibilang di atas, jadi tepat jika upgrade performa NVL lewat metode pasang knalpot racing. Toh di pasaran tersedia dua produk yang banyak dipakai NVL-mania, bradsis. Yakni: WRX Oval Series dan Nob1 Neo SS. Masing-masing, tentu punya kelebihan tersendiri. Baik itu dari segi desain, fitur yang ditawarkan dan harga yang dijajakan, bradsis.

Contoh buat produk WRX Oval Series, nih. Bahannya stainless steel dengan desain leher 3 tingkat ukuran, silencernya berdesain oval panjang dan pengelasan sangat rapi. Selain tampilan jadi tambah keren, produk WRX sudah teruji kualitas dan pengaruhnya terhadap tarikan motor. Oh ya, peredam produk WRX Oval series ini sudah menganut slip on. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 1,1 juta.

Menurut yang pakai dan sudah mendynonya, WRX Oval series mampu mengatrol tenaga sekitar 0,5 dk-an dari standarnya. Karakter tarikan motor juga agak berubah, di awal lebih galak dari standarnya dan nafas cukup panjang. “Emang sih, suara lebih keras dari standarnya. Tapi masih nyaman di telinga, kok!” tambah Rudolf yang emang udah pake knalpot WRX Oval Series di besutannya.

Beda lagi knalpot Nob1 Neo SS, desain lehernya memiliki 2 tingkat, bahannya juga dari stainless steel. Peredamnya dirancang dari paduan aluminium dan besi. “Modelnya juga slip-on, kok,” kata Wawan penunggang NVL 2013 keluaran awal sembari nambahin kalo Nob1 Neo SS sebenernya ada dua tipe silencer; dilengkapi DB killer atau tidak.

Selain itu, masih kata Wawan, pakai Nob1 SS tanpa peranti ‘pembunuh DB’ emang suaranya agak nyaring. “Tapi tarikan bawah responsif banget, buat ngadepin macet dan stop n go, enak banget!” lanjut mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Tangsel ini sembari nambahin kalo dia pernah nge-dyno motornya sih, ada perubahan tenaga hampir 0,5 dk.

Tapi kalau mau nuansa agak beda, artinya pengen suara lebih lembut dari yang non-DB Killer, bisa kok. “Cuma ini kebalikan dari tipe yang non-DB Killer yah. Di bawah sih, enggak terlalu galak, tapi di atasnya, maknyos dah. Suara knalpotnya juga enggak terlalu berisik, sih!” sahut Wawan yang sempat ngejajal dua tipe knalpot yang dijual sekitar Rp 500 ribu tersebut di kuda besinya.
Silakan dipilih suka yang mana bradsis!

Print this item

  Absen yuuk ahh buat Smasher Indonesia sekalian Perkenalan
Posted by: Om Bacenk - 01-13-2014, 10:38 AM - Forum: Asosiasi Smash Indonesia - Replies (8)

Buat yang baru join Forum, yang baru On-Line, silahkan perkenalkan diri disini, syarat ga-ribet, supaya masing-masing saling mengenal

Cuma Sebutkan Nama dan Asal Club dari mana..

*Nah Buat yanga ga punya Club atau Komunitas jg Gpp asal Motornya Type Suzuki Smash tahun berapa aja All Variant silahkan Join, silahkan juga buata Thread Seputar Suzuki Smash.. karena Saudara, sahabat, Teman berawal dari perkenalan dgn tanpa memandang Asal Usul... asal jangan Usil hehehehe Big Grin

gitu aj gampang kanSmile

Trims.

OmBa
Ketum ASI



   
Print this item

  Drag Bike TDR Di Senayan..!
Posted by: Motor Expertz - 01-12-2014, 12:05 AM - Forum: News - No Replies



Jakarta, ME. Sesuai dengan kesepakatan poin tertinggi dari kelas matik 155, matik 200 dan matik FFA. Ternyata setiap dragster jaraknya rapet banget pertempuran mereka, bradsis. “Sayang memang kalau gak ikut satu seri aja, pointnya ilang, tapi gimana lagi motor belum siap,” beber dragster gaek asal Kerawang, Ayip Rosidi.

************

Cendy Gerry berhasil membukukan total point 41 dari tim TTS Adnoc Mizzle Tomeco TDR disusul 29 point dari Daniel Kecil asal solo di bawah naungan FG Racing Izzima Speed., lalu disusul Adi S Tuyul 25 point dari Anker sport Hariot FI Keyspeed IRC Lupromax. Dari ketiganya, mereka bersaing di kelas 200 cc, bradsis.

Lain cerita dengan pertarungan kelas 155cc nih, bradsist. Adi Tuyul dari Anker Sport Harriot FI keyspeed IRC Lupromax mendulang poin 41 yang dibayangi oleh Saiful Cibef dengan poin 35 dibawah naungan TSS Adnoc Mizzle Tomeco TDR.

Print this item

  Yak, Saatnya Ubah Kebiasaan Lama
Posted by: dimas - 01-11-2014, 08:24 PM - Forum: Balap Nasional - Replies (3)



JAKARTA, ME. Salut banget nih bradsist, perhelatan TDR Internasional Drag Bike di Senayan kali ini, bukan tanpa sebab, tim-tim besar mau pun tim privateer berduyun-duyun hadir sejak dari pagi hari. Hal tersebut aneh, mengingat tau sendiri kan, motorexpertiz dragster itu dekat dengan stigma susah diatur.

Lebih Teratur

"Saatnya berubah, kan sudah saatnya profesional, datang lebih pagi, cek trek, cek segala yang menyangkut administrasi plus briefing, jadi yang namanya manager tim berguna, gak cuma wara-wiri gak jelas...hehehe," terang Tomo, juragan Tomo Speed Shop (TST).

Masih soal profesional juga, "Gak ada cerita ngetest di luar area, gue cabut nomer start, diskualifikasi dan kena denda, pokoknya full. Begitu juga dengan prosedur perlengkapan, gak lengkap, mundur dulu untuk melengkapinya," jelas Sigit Wijayanto selaku pimpinan perlombaan dibawah bendera FR Action Event.

Baca Juga:
- Siapa Yang Bakal Berangkat ke Thailand?

Recommendations:
- Ducati Berencana Mundur Dari Tim Pabrikan, Yah Jadi Sepi Dong
- 2014, Semua Motor Honda Udah Injeksi
- Pertahankan Retro, Fino Siap Diinjeksikan
- Suzuki Rilis Episode Terakhir Video Pengembangan Motor Balap MotoGP

Print this item