DIY Pasang Tank Pad Motor Sport
Posted by: Zikri Irfandi - 03-31-2014, 10:44 AM - Forum: DIY - No Replies

Bagi para penunggang motor sport, tank bbm lecet bisa buat galau seharian. Nah, sudah jamak kita pasang tank pad / protector untuk melindungi tank dari kepala ikat pinggang dan reseleting.

Tapi pernah nggak bro? setelah pasang tank pad, baru nyadar kalo tank pad miring, nggak center di tank.. hehehe, nggak mungkin dicopot lagi kan? kecuali beli tank pad baru Big Grin

Berikut DIY simple cara pasang tank pad pada motor sport (CBR 250R).

1. Gunakan masking tape (isolasi kertas) sebagai panduan dan penahan agar tank pad tetap center.

Tempel masking tape secara vertical di tank pad (yakinkan lurus yah?).
   

2. Letakkan tank pad di tank BBM, cari posisi yang paling center, baru tempelkan masking tape ke tank BBM.
   

Jangan sungkan pakai penggaris bro, untuk meyakinkan tank pad benar2 center.
   

3. Tempelkan secara horizontal beberapa helai masking tape sebagai penahan tank pad pada tempatnya.
   
   

4. Mulai dari bawah bro, buka (keletek) bagian bawah tank pad untuk ditempelkan ke tank.
   
   

Jika perlu gunakan hair dryer, agar tank pad mengikuti bentuk tank secara sempurna.
   

5. Setelah bagian bawah tank pad menempel pada tank, masking tape bisa dibuka.
   

6. Lanjut ke bagian tengah tank pad, keletek lalu tempelkan, gunakan lagi hair dryer.
   

7. Terakhir, bagian atas tank pad, keletek lalu tempelkan. Gunakan hair dryer.
   
   

8. Hasil jadi:
   

Sumber Youtube:


Print this item

  Keren Modif Bannya
Posted by: Zikri Irfandi - 03-30-2014, 02:41 PM - Forum: Joke - No Replies

   

Print this item

  Motor Mogok, Stut atau Tarik?
Posted by: Zikri Irfandi - 03-30-2014, 01:34 PM - Forum: Diskusi Umum - Replies (5)

Bro, kadang tidak bisa dihindari kalau musibah datang. Bisa aja motor kita atau rekan biker lainnya mengalami mogok di tengah jalan. Apalagi kalau bengkel atau tujuan masih jauh, nggak mungkin kan jika harus didorong begitu saja?

Di sini kita butuh bantuan biker lain, ada dua cara membawa motor mogok. Pertama dengan di-stut atau dorki a.k.a dorong kaki Big Grin. Yang kedua adalah ditarik dengan tali.

   

Menurut brosis, cara mana yang paling aman di antara keduanya? Dan sharing juga dong, bagaimana cara melakukan stut atau tarik dengan tali? Misal motor yang distut Mio, enaknya pijak kaki dimana? Thanks sharingnya bro, semoga bermanfaat...

Print this item

  Lukisan 3D di Helm
Posted by: Zikri Irfandi - 03-30-2014, 11:02 AM - Forum: Safety n Security Riding - Replies (1)

Selain menjadi alat keselamatan utama biker, helm juga bisa menjadi bagian fashion yang membuat tampilan biker makin keren bro...

Helm dengan warna cerah bisa membuat kita lebih terlihat di jalanan. Nah, daripada pakai helm dengan corak dan desain begitu-begitu saja.. mungkin brosis bisa coba helm bola tenis, semangka atau kepala botak Big Grin

cekidot brooooo...

   
Helm Bola 8 billiard

   
Helm Botak!! Big Grin

   
Helm Bowling

   
Ewwww... Otak brooo..

   
Jadi kayak pake wig..

   
Helmnya mana bro? bisa buat pak polisi kecele Big Grin

   
Helm Bola tennis

   
Semangka!!!! eh, semangat!!!

Print this item

  All About Kawasaki Ninja 250 RR Mono
Posted by: Zikri Irfandi - 03-29-2014, 08:51 AM - Forum: Kawasaki - Replies (7)

Pengembangan Kawasaki Ninja 250 RR Mono
Ninja 250 RR Mono dikembangin seluruhnya di Jepang oleh Kawasaki Heavy Industries. Melalui test rider yang juga mengembakan Ninja ZX-10R dan Ninja ZX-6R, namanya Nozaki-san.

Nozaki-san Wrote:Saya sebelumnya juga ikut mengembangkan ZX-10R dan ZX-6R. Saya ingin memberikan performa yang sama untuk Ninja RR Mono. Sangat sulit untuk mengembangkannya. Tapi saya percaya kami mampu memberikan performa yang sama, karena kami punya tim yang sudah berusaha keras di sini.



Nozaki juga nambahin bahwa Ninja 250 RR Mono ini diciptain untuk bisa dinikmatin di sirkuit. Meskipun begitu, gak menutup kemungkinan motor sport generasi penerus Ninja RR ini juga bisa dinikmatin di jalan raya.

Launching Kawasaki Ninja 250 RR Mono

Kawasaki Ninja 250 RR Mono diluncurkan di Mall Kota Kasablanka - Jakarta Selatan, tanggal 14 Februari 2014.





Pengganti Kawasaki Ninja 150 RR
Kawasaki Ninja 250 RR Mono diposisikan sebagai pengganti dari Ninja 150RR. Kawasaki Ninja 150 RR diskontinyu pada bulan Juli tahun 2015. Namun sparepart Ninja 150 RR terjamin tersedia di pasaran selama 10 tahun ke depan terhitung dari tahun pembuatan kendaraan. Misal brosis membeli Kawasaki Ninja RR 2-tak produksi tahun 2013, maka spare part tetap akan dijamin hingga 2023.

"Untuk masalah spare part, kami tetap akan menyediakan sesuai dengan kebijaksanaan Kawasaki Jepang. Jadi, untuk konsumen Ninja RR tidak usah khawatir. Terhitung dari tahun pembuatan kendaraan, spare part akan tetap disediakan selama 10 tahun ke depan," tutur Dewi Septianti selaku Deputy Departemen Head Sales & Promotion KMI.

   

Impresi Fisik & Riding Kawasaki Ninja 250 RR Mono

Kita mulai dari tampilan fisiknya dulu brosis, baru bertahap ke performanya. Desain stripingnya agresif, masih kental dengan karakter Ninja tipe lainnya. Dari segi tampilan, Ninja 250 RR Mono bener-bener punya karakter balap yang kental. Lekuk bodinya masih tajam dan agresif.



Desain bodinya juga ramping, lebih ramping dari Ninja 250 dua silinder. Lebarnya cuma 685 mm brosis, lebih ramping 30 mm dari Ninja 250 yang lebarnya mencapai 715 mm.







Supaya bisa lebih ramping, Kawasaki terpaksa memapas bagian tangki bensin. Untuk Ninja 250 kapasitasnya bisa mencapai 17 liter, sedangkan Ninja 250 RR Mono ini cuma mencapai 11 liter aja. Kawasaki juga membuat motor ini lebih enteng dari Ninja 250. Ninja RR Mono punya bobot 151 kg, lebih enteng 21 kg dari Ninja 250 yang beratnya 172 kg.

Gak cuma itu aja, bagian kaki-kaki pun juga dibikin lebih enteng. Kawasaki mengklaim pelek yang mereka pake untuk Ninja RR Mono ini lebih enteng 500 gram dari pelek yang dipake pada Ninja 250.



Beralih ke riding position alias posisi berkendara. Untuk Ninja 250 RR Mono ini, posisi badan saat di atas motor lebih merunduk. Hal ini dikarenakan Kawasaki menaruh setang jepit di bawah segitiga atas pada motor ini. Berbeda dengan Ninja 250 2 silinder yang setang jepitnya ada di atas segitiga. Posisi yang lebih merunduk ini bikin kesan balap makin kental.



Sementara dari segi performa, Ninja RR Mono yang mengandalkan mesin berkapasitas 250cc, single-cylinder, 4-tak, berpendingin cairan, DOHC, dan 4 katup ini mampu mengeluarkan tenaga maksimum sebesar 28 PS pada 9700 rpm dan torsi maksimum sebesar 22,6 Nm pada 8200 rpm. Sistem pembakarannya juga udah pake injeksi dan diklaim lolos Euro 3.

Di trek lurus pada sirkuit Sentul Besar ini, test rider ME yang punya postur badan 155 cm dan berat 48 kg ini mampu mencapai top speed 152 km/jam. Tarikan gasnya yang responsif juga mudah untuk mendapat top speed 100 km/jam, apalagi didukung juga dengan bodi Ninja RR Mono yang ramping dan aerodinamis. Sayangnya, suara mesinnya cukup kasar saat di rpm tinggi.



Kawasaki Ninja 250 RR Mono ini juga handal di tikungan, karena bodi Ninja 250 RR Mono ini lebih ringan dan lebih ramping. Jadi, lebih mudah untuk dipake bermanuver. Jarak sumbu roda juga lebih pendek 70 mm dari Ninja 250. Saat berbelok atau menyalip-nyalip di tengah kemacetan pun pasti tetep handal nih.





Dari segi suspensi, Ninja 250 RR Mono ini emang agak keras di bagian monoshock-nya. Joknya juga gak begitu empuk. Tapi hal ini sebenernya juga membantu stabilitas motor saat sedang melaju kencang. Sedangkan dari segi pengeremannya, ME rasa gak ada masalah untuk yang satu ini. Tetap mumpuni dan aman.

Kawasaki menawarkan 6 varian untuk Ninja RR Mono, 4 warna untuk tipe standard dan 2 warna untuk tipe ABS. Untuk tipe standar, tersedia warna Lime Green Ebony, Pearl Stardust White Ebony, Passion Red Ebony, dan Pearl Shinning Yellow Ebony. Sedangkan untuk tipe ABS, tersedia Pearl Stardust White Ebony dan Passion Red Ebony.

Spesifikasi Kawasaki Ninja 250 RR Mono
Engine type: Liquid-cooled, 4-stroke 1 Cyl DOHC
Displacement : 249 cm³
Bore x stroke : 72.0 x 61.2 mm
Compression ratio: 11.3:1
Valve/Induction system: DOHC, 4 valves
Fuel system Fuel injection: ø38 mm x 1
Ignition : Keihin, Transistorized Ignition
Electric: Starting
Lubrication : Forced lubrication, wet sump

Maximum power 20.6 kW 28 PS / 9,700 rpm
Maximum torque 22,6 N·m { kgf·m} / 8,200 rpm
SS 400m : 15,5 s
SS 200m : 9,7 s
Max Speed : 153 km/h
Transmission 6-speed, return
Final Drive Sealed chain
Primary reduction ratio 2.800 (84/30)
Gear ratios: 1st 3.000 (393/11)
Gear ratios: 2nd 1.933 (29/159)
Gear ratios: 3rd 1.444 (31/22)
Gear ratios: 4th 1.217 (28/23)
Gear ratios: 5th 1.045 (23/22)
Gear ratios: 6th 0.923 (24/26)
Final reduction ratio 3.000 (42/14)

Clutch : Wet multi-disc, manual
Frame type Tube diamond
Rake/Trail 24° / 90 mm
Wheel travel, front 110 mm
Wheel travel, rear 116 mm
Tyre, front 100/80-17 M/C (52S)
Tyre, rear 130/70-17 M/C (62S)
Steering angle, left / right 36° / 36°
Suspension, front telescopic fork
Suspension, rear Bottom-Link Uni-Trak swing arm
Brakes, front Single 263 mm petal disc. Caliper: dual-piston.
Brakes, rear Single 193 mm petal disc. Caliper: Dual-piston.
Dimensions (L x W x H) 1.935 mm x 685 mm x 1,075 mm
Wheelbase 1,330 mm
Road Clearance 165 mm
Seat height 780 mm
Fuel capacity 11 litres
Curb Mass 151 kg

[spoiler="Gallery Kawasaki Ninja 250 RR Mono"]
















[/spoiler]

Print this item